mas template
Home » » Bagaimanakah Campuran Adukan Beton yang Benar?

Bagaimanakah Campuran Adukan Beton yang Benar?

Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang setara agregat halus, agregat kasar dan air atau tanpa bahan tambahan membentuk massa padat. Secara umum campuran beton digunakan berdasarkan tujuan penggunaannya disetiap pekerjaan yang tercantum dalam kontrak atau seperti yang ditunjukan dalam gambar kerja. Contohnya pada pekerjaan jembatan bisa dilihat jenis beton dan penggunaanya.
 

l

Campuran material beton sudah diatur dalam Standar Nasional Indonesia SNI 7394:28 tentang "Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan". Dalam kondisi beton segar adukan beton harus memenuhi syarat kecelakaan (Nilai Slum) yang telah ditentukan. Pengujian kuat tekan beton umur 7 hari dari hasil campuran harus mencapai kekuatan 90% dari kuat tekan beton rata-rata yang ditargetkan dalam rancangan campuran beton mix design umur 7 hari. Bila hasil pengujian tidak menghasilkan kuat tekan beton yang disyaratkan maka dilakukan campuran kembali. Kuat tekan beton adalah kemampuan beton keras untuk menahan gaya tekan dalam setiap satu satuan luas permukaan beton. Secara teoritis kekuatan tekan beton dipengaruhi oleh kekuatan komponen-komponennya.

Tabel dibawah ini merupakan analisa SNI 7394:2008, sebagai contoh diambil analisa membuat campuran beton K 250 (Dalam artian mampu menahan beban 250 kg/cm2 setelah beton tersebut berumur 28 hari). Berdasarkan indeksnya dapat dihitung komposisi campuran perbandingannya sebagai berikut:



Berat Jenis:
Semen = 1250 kg/m3
Air = 100 kg/m3
Pasir beton = 1400 kg/m3 (Setiap daerah berbeda)
Kerikil = 1350 kg/m3 (Setiap daerah berbeda)

Indeks Material Campuran :
PC = 384 Kg
PB = 692 kg
KR = 1039 Kg
Air = 215 Liter
Faktor air semen = 0,56

Perhitungan Volume:
PC = (384/1250)/(384/1250) = 1
PB = (692/1400)/(384/1250) = 1,66 dibulatkan menjadi  1,5
KR = (1039/1350)/(384/1250) = 2,58 dibulatkan menjadi  2,5
Air = (215/1000)/(384/1250) = 0,72 


Jadi untuk beton kualitas rendah atau sedang K250 dapat menggunakan metode pendekatan perbandingan 1 semen : 1,5 pasir : 2,5 agregat kasar. Penggunaan air juga tidak boleh berlebihan dan keseimbangan perbandingan agregat kasar dan halus harus tepat sehingga campuran beton tidak telalu kasar atau halus.

Semoga Bermanfaat.

*) Ditulis kembali dari dwikusumadpu.wordpress.com
Like dan Share! :
Facebook
0 Komentar
 
Kreator : Acadstudioqjdr | Syarat dan Ketentuan | Kebijakan Privasi
Admin : Ilyas Huntojungo, S.T
Copyright © 2012. Jasa Desain Rumah - Acadstudiojdr.com
Melayani Jasa Desain Rumah, Seluruh Indonesia. Tim Kreatif Acadstudioqjdr.com Jasa Desain Rumah